Jangan Terlewat, Ini Jenis Insentif Pajak untuk Perusahaan Tbk

image

Insentif pajak tidak hanya diberikan pada pelaku UMKM saja. Perusahaan skala besar yang sudah go public juga bisa peroleh insentif pajak dari pemerintah. Apa saja jenis insentif pajak yang bisa dinikmati perusahaan Tbk ini?

Menjadi perusahaan terbuka memang sebuah prestise. Tak mudah menggiring suatu perusahaan itu menjadi perusahaan terbuka.

Salah satu privilege Perusahaan Tbk adalah kemudahan dalam mencari modal. Tentunya ini salah satu terbesar pembeda antara usaha skala mikro, kecil dan menengah (UMKM) dengan Perusahaan Tbk.

Tak heran bila UMKM masih jadi perhatian utama pemerintah untuk mendorong pertumbuhannya dengan memberikan berbagai insentif pajak. Pun demikian, tak lantas perusahaan kelas Tbk ini kemudian dianaktirikan lantaran sudah mapan.

Berbagai jenis insentif pajak bisa dimanfaatkan oleh perusahaan yang sudah melantai di bursa saham alias Perseroan Terbuka (Tbk).

Hal ini diakui oleh Konsultan Pajak The Great Tax (TGT), Andre Septiano, dalam sebuah seminar situs web atau webinar Jurnal x GKPNP bertajuk “Effective Tax Planning to Reduce Tax Expense” beberapa waktu lalu.

Baca Selengkapnya: 3 Peluang Lulusan Akuntansi di Bisnis Startup

Insentif Pajak untuk UMKM hingga Perusahaan Tbk

Andre mengapresiasi langkah pemerintah yang cukup agresif membantu masyarakat di tengah situasi ekonomi serba sulit akibat pandemi virus corona (COVID-19). Salah satunya melalui pemberian insentif pajak.

Seperti diketahui, melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 44 Tahun 2020 tentang Insentif Pajak untuk Wajib Pajak Terdampak Pandemi Coronavirus disease 2019, pemerintah mengeluarkan 5 insentif pajak, di antaranya:

  • PPh Pasal 21 Ditanggung Pemerintah (DTP) untuk 1.062 Bidang Industri
  • Pembebasan PPh Pasal 22 Impor untuk 431 Bidang Industri KITE (Kemudahan Impor Tujuan Ekspor)
  • Pengurangan Angsuran PPh 25 sebesar 30% untuk 846 Bidang Industri KITE
  • Pengembalian Pendahuluan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk 431 Bidang Industri KITE dan Kawasan Berikat
  • PPh 23 (PPh Final) Ditanggung Pemerintah (DTP)

Kelima insentif pajak itu semula berlaku mulai April hingga September 2020. Kini, melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 72 Tahun 2020, insentif pajak dampak COVID-19 diperpanjang hingga Desember 2020.

Ia melanjutkan, ada banyak insentif pajak yang diberikan pemerintah untuk bisa dimanfaatkan para pelaku usaha. Oleh karena itu, sudah selayaknya melakukan perencanaan pajak (tax planning) agar bisa memanfaatkannya dengan baik.

“Ada rencana pemerintah menurunkan PPh Badan secara bertahap. Jadi, spiritnya kalau bisa semua usaha cari modalnya di capital market,” ujarnya.

Lanjut Andre, “Jadi PPh Badan diturunkan 3 persen jadi 22 persen tahun ini dan 20 persen pada 2022. Kalau diturunkan lagi 3 persen, jadi 19 persen nantinya mudah-mudahan banyak (perusahaan) yang listing (di pasar modal).”

Baca Selengkapnya: Format Daftar Nominatif Biaya Promosi dalam SPT Tahunan PPh Badan

Jenis Insentif Pajak untuk Perseroan Terbuka

Terbaru, pemerintah telah menerbitkan beleid penurunan tarif Pajak Penghasilan (PPh) untuk Perusahaan Tbk. Aturan ini berlaku sejak 19 Juni 2020.

Penurunan tarif PPh untuk perusahaan di pasar saham ini diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 30 Tahun 2020 tentang Penurunan Tarif Pajak Penghasilan Bagi Wajib Pajak Badan Dalam Negeri yang Berbentuk Perseroan Terbatas.

Beleid ini dikeluarkan untuk melaksanakan ketentuan Pasal 5 ayat (3) UU No. 2 Tahun 2020 tentang Penetapan PP Pengganti UU No. 1/2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi COVID-19 dan/atau Dalam Rangka Menghadapi Ancaman yang Membahayakan Perekonomian Nasional dan/atau Stabilitas Sistem Keuangan Menjadi Undang-Undang.

PP No. 30/2020 ini menjelaskan bahwa penguatan sektor pasal modal dapat diwujudkan salah satunya dengan meningkatkan jumlah perusahaan yang terdaftar menjadi Perseroan Terbuka (Tbk). Sehingga sahamnya dapat diperdagangkan pada bursa efek Indonesia.

“Sektor pasar modal yang kuat berperan penting dalam pertumbuhan investasi, perbaikan struktur permodalan, dan percepatan pertumbuhan ekonomi nasional,” bunyi penjelasan umum dalam beleid tersebut.

 

Sumber: Klikpajak

Thu, 2 Jul 2020 @14:16

Copyright © 2020 KKP Ashadi dan Rekan · All Rights Reserved
powered by sitekno